Beberapa Fakta Kurang Baik Soal Transfer Pada Si Nyonya

07

Mar

Beberapa Fakta Kurang Baik Soal Transfer Pada Si Nyonya

jadwal bola malam ini – Juventus adalah salah satu klub besar dan tersukses di Liga Seri-A, Italia hingga saat ini. Dengan sejarah yang panjang, Juventus, klub yang dimiliki oleh produsen mobil Fiat ini juga faktanya pernah mengalami kegagalan dalam proses transfer pemain.

a

Sebagian besar transfer yang dibikin oleh Juventus terbukti benar, sayangnya, tersedia terhitung aksi transfer bersama Juventus tidak membuahkan output yang diharapkan. Ada lebih dari satu pemain yang dibeli dan harganya tidak bisa dibilang murah, itu tidak bisa sesuai bersama skema pelatih atau tidak bisa beradaptasi bersama budaya sepakbola taktis Serie A.

Menariknya, {beberapa|sebagian|lebih dari satu} pemain yang gagal bersinar di Juvetus bahkan bisa menjadi bintang di klub lain. Nah, sambil memirsa berita transfer ke Juventus musim depan, tersedia baiknya untuk tahu lima fakta pemain pertama yang gagal bersinar di Juventus, namun di klub lain.

Raja Henry atau Thierry Henry di Arsenal

Fakta pertama, Thierry Henry, yang 22 th. masih dibeli oleh Juventus pada th. 1999 dari AS Monaco untuk cost sebesar £ 10 juta. Sayangnya, di Juve, Raja Henry gagal untuk beradu di Jalur utama hingga Nyonya Tua. Juve yang sementara itu diasuh oleh Carlo Ancelotti tidak terkesan dan mengandalkan dia, disempurnakan lagi, ia sering diposisikan didalam posisi yang tidak favoritnya, yaitu sayap kanan.

6 bulan di Juventus, Henry menentukan untuk ganti ke Arsenal. Dan ini adalah di mana momentum kebangkitan karir Raja Henry. Di Highbury, Henry bahkan dikelola diakui sebagai raja di London Utara. Dengan dia, Arsenal pada akhirnya berhasil mengangkat dua piala Premier League, keliru satunya ketika The Gunners mencetak rekor bersama menjadi juara Inggris tanpa merasa kekalahaan, tepatnya di musim 2003/04.

Edwin van der Sar

Edwin Van de Sar diletakkan kiper Juventus Gianluigi Buffon lebih awal dari. Legenda Ajax Amsterdam telah menjadi andalan Nyonya Tua sepanjang dua musim. Tapi tampilan Van de Sar di Juventus tidak bisa dikatakan istimewa, terlebih Belanda gagal dua kali memberi Juventus memenangkan Serie A.

Marcelo Salas

Marcelo Salas bomber pertama kematian ngteop sebagai klub Italia, Lazio. Serie A pecinta dari 90-an pasti tahu bagaimana sepakterjang Marcelo Salas jikalau berada di depan gawan lawan.

Bawa Lazio Scudetto pada th. 2000, Juventus tertarik untuk membeli pada th. 2001 bersama nilai £ 8,2 juta disempurnakan Darko Kovacevic. Pada sementara itu, Salas diperkirakan bakal konsisten kinerja mengesankan di Turin. Faktanya adalah, Salas bahkan diakui sebagai keliru satu pembelian terburuk Juventus. Untuk mengetahui perkembangan sepak bola anda bisa lihat di http://jadwalbola.me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *